Rabu, 01 April 2009

Sudah Salah Kok Tetap Dipasang?!

KPU gencar menyosialisasikan aturan mencontreng untuk memilih di Pemilu 2009. Mulai dengan membuat iklan di televisi, koran, hingga merambah ke dunia maya melalui situs You Tube, dll. Bagai pinang dibelah dua, hal yang sama juga dilakukan para caleg. Spanduk promosi dengan foto diri yang mereka rasa paling ganteng, paling cantik, paling wibawa, atau paling kerenlah pokoknya, dicetak (besar-besar, bagi yang berkantong tebal) dengan slogan dan janji-janji manis. Hemmm....Ngakunya sih, jujur, bersih, memperjuangkan hak rakyat...bla...bla...dan layak dicontreng. Tapi coba lihat spanduk yang saya temukan di depan gerbang Komplek Pelni, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Depok :



Sudah Salah Kok Tetap Dipasang?!




Spanduk caleg seperti ini bisa membingungkan masyarakat, dan sudah jelas berlawanan dengan peraturan KPU. Lihat saja tulisannya, COBLOS bukan CONTRENG. Lebih aneh lagi, tulisannya COBLOS, tapi di nomor urut dan kolom nama ditandai dengan CONTRENG. Bagaimana bisa caleg seperti ini 'Peduli Pendidikan' sedangkan memberikan pendidikan politik mengenai peraturan Pemilu saja sudah salah. Bikin spanduk saja ngawur, bagaimana kerja-kerjanya nanti?



Entah...Apakah karena terlalu banyak uang dan kelewat percaya dengan tim sukses, atau tukang desain spanduknya ngantuk, atau memang sengaja seperti ini supaya jadi sensasi??? Hanya Tuhan, tim sukses, dan tentu dia sendiri yang tahu jawabannya.


Duuuh...gimana niyh??? Katanya 'Profesional', tapi kok masih terjebak pada romantisme masa lalu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar