Maybe yes, maybe no! Mungkin iya, mungkin juga tidak Itu jawaban gw saat seorang kawan bertanya, " Lo besok nyontreng ga?" Hmmm....buat gw nyontreng bukan hal yang istimewa. Entah kenapa, nyontreng atau apalah bahasanya 10 tahun lagi, dianggap hal yang istimewa. Dengan alasan demokrasi, MUI mengeluarkan fatwa, bahwa golput itu haram sodarrra-sodarrraa! Mungkin saking takutnya kalo penduduk Indonesia semuanya berubah menjadi golput, karena sudah gak percaya sama calon pemimpin.
Jujur, hingga menapaki usia ini (cie elah menapaki...) gw tidak pernah memilih dalam pesta demokrasi (katanya gituuu...padahal kenyataannya??). Baik dalam lingkup Nasional, seperti Pemilu Legislatif kemaren (Gw punya 2 DPT loh....JakTim & Depok), ataupun lingkup kampus. Seperti Pemilihan Ketua BEMJ, BEMF, BEMU, atau Pemilihan Rektor yang sebentar lagi akan diselenggarakan. Pernah sekali masuk bilik suara di kampus, tapi gw pilih semuanya. Gw gak milih karena gw pernah kecewa, jadi gw gak mau milih lagi. Buat gw semua sama, alasannya untuk kesejahteraan, untuk perubahan,..bla bla bla, padahal sudah jelas orientasinya kekuasaan dan gaji tentunya. Liat aja sekarang banyak caleg yang jadi gila termakan obsesi. Mudah-mudahan kandidat-kandidat di kampus gak ikutan gila. Entah di PilPres atau Pemilihan Rektor nanti, gw milih atau gak, belom tau.
Gw belom pernah milih di kampus.....karena percuma juga. Tapi gw punya alasan...
Memilih tidak akan membuat gw tidak geret-geret kursi ke kelas, karena kelas tempat gw kuliah kursinya tidak sebanding dengan kuota.
Memilih tidak akan membuat kampus bebas banjir.
Memilih tidak akan membuat dana IDB atau utang luar negeri lain, gak masuk ke kampus. Judulnya aja "UNJ Di Bawah Bayang-Bayang Utang" (Rostrum, Media Indonesia 19 Agustus 2008)
Memilih tidak akan membuat nasib orang-orang kecil, seperti satpam, pegawai kebersihan, pedagang ex Kansas menjadi lebih baik (kalau tidak peraya silahkan wawancara sendiri)
Kapan gw menggunakan hak pilih gw? Jawabannya, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang..du..du...du..du..du... (Hehe, lirik lagu Mas Ebiet)
Gw bukan golongan manapun, atau aktivis gerakan apapun. Tapi gw cuma ingin bilang....Tidak memilih juga pilihan kawan!
Jujur, hingga menapaki usia ini (cie elah menapaki...) gw tidak pernah memilih dalam pesta demokrasi (katanya gituuu...padahal kenyataannya??). Baik dalam lingkup Nasional, seperti Pemilu Legislatif kemaren (Gw punya 2 DPT loh....JakTim & Depok), ataupun lingkup kampus. Seperti Pemilihan Ketua BEMJ, BEMF, BEMU, atau Pemilihan Rektor yang sebentar lagi akan diselenggarakan. Pernah sekali masuk bilik suara di kampus, tapi gw pilih semuanya. Gw gak milih karena gw pernah kecewa, jadi gw gak mau milih lagi. Buat gw semua sama, alasannya untuk kesejahteraan, untuk perubahan,..bla bla bla, padahal sudah jelas orientasinya kekuasaan dan gaji tentunya. Liat aja sekarang banyak caleg yang jadi gila termakan obsesi. Mudah-mudahan kandidat-kandidat di kampus gak ikutan gila. Entah di PilPres atau Pemilihan Rektor nanti, gw milih atau gak, belom tau.
Gw belom pernah milih di kampus.....karena percuma juga. Tapi gw punya alasan...
Memilih tidak akan membuat gw tidak geret-geret kursi ke kelas, karena kelas tempat gw kuliah kursinya tidak sebanding dengan kuota.
Memilih tidak akan membuat kampus bebas banjir.
Memilih tidak akan membuat dana IDB atau utang luar negeri lain, gak masuk ke kampus. Judulnya aja "UNJ Di Bawah Bayang-Bayang Utang" (Rostrum, Media Indonesia 19 Agustus 2008)
http://mediaindonesia.com/data/pdf/pagi/2008-08/2008-08-19_21.pdf.
Memilih tidak akan membuat 'mereka' serius memperjuangkan agar RUU BHP tidak disahkan
Memilih tidak akan membuat kenyamanan di perpustakaan lebih diperhatikan. Luarnya doang bagus (itu juga duit boleh ngutang), dalemnya, manajemennya, koleksi bukunya... Ajigile.... ****Sensor, ga tega ngomongnya****)
Memilih tidak akan membuat nasib orang-orang kecil, seperti satpam, pegawai kebersihan, pedagang ex Kansas menjadi lebih baik (kalau tidak peraya silahkan wawancara sendiri)
Kapan gw menggunakan hak pilih gw? Jawabannya, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang..du..du...du..du..du... (Hehe, lirik lagu Mas Ebiet)
Gw bukan golongan manapun, atau aktivis gerakan apapun. Tapi gw cuma ingin bilang....Tidak memilih juga pilihan kawan!

.jpg)
.jpg)
.jpg)
